Pages

Kamis, 17 November 2011

bahaya memakai narkoba

Bahaya Memakai Narkoba

    • Apa Narkoba itu ?
    • Apa saja yang menjadi alasan para remaja bisa memakai Narkoba ?
    • Bagaimana cara untuk mengurangi penggunaan Narkoba di Indonesia ?
    • Bagaimana Peranan Orangtua dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba ?
    • Bagaimana peranan Sekolah dalam pencegahan Narkoba ?

    • Bagaimana dampaknya jika seseorang memakai Narkoba ?
    • Bagaimana peran serta generasi muda dalam mencegah narkoba ?

    • Bagaimana efek dari penggunaan Narkoba ?
    • Bagaimana ciri-ciri anak yang menggunakan Narkoba ?
    • Bagaimana penyebab menggunakan Narkoba ?
    • Bagaimana awal mula narkoba itu ?

      Apa Narkoba itu ?
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Jenis

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah:
  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:


  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide), dsb.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti:


  1. Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.

Penyebaran

Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.

Kelompok Berdasarkan Efek

Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
  • Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
  • Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
  • Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
  • Adiktif , Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw
  • Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.


    Apa saja yang menjadi alasan para remaja bisa memakai Narkoba ?
  1. Ingin Terlihat Gaya
    Zat terlarang jenis tertentu dapat membuat pamakainya menjadi lebih berani, keren, percaya diri, kreatif, santai, dan lain sebagainya. Efek keren yang terlihat oleh orang lain tersebut dapat menjadi trend pada kalangan tertentu sehingga orang yang memakai zat terlarang itu akan disebut trendy, gaul, modis, dan sebagainya. Jelas bagi orang yang ingin disebut gaul oleh golongan / kelompok itu, ia harus memakai zat setan tersebut.

    2.Solidaritas Kelompok / Komunitas / Genk
    Suatu kelompok orang yang mempunyai tingkat kekerabatan yang tinggi antar anggota biasanya memiliki nilai solidaritas yang tinggi. Jika ketua atau beberapa anggota kelompok yang berpengaruh pada kelompok itu menggunakan narkotik, maka biasanya anggota yang lain baik secara terpaksa atau tidak terpaksa akan ikut menggunakan narkotik itu agar merasa seperti keluarga senasib sepenanggungan.

    3..Ikut-Ikutan
    Orang yang sudah menjadi korban narkoba mungkin akan berusaha mengajak orang lain yang belum terkontaminasi narkoba agar orang lain ikut bersama merasakan penderitaan yang dirasakannya. Pengedar dan pemakai mungkin akan membagi-bagi gratis obat terlarang sebagai perkenalan dan akan meminta bayaran setelah korban ketagihan. Orang yang melihat orang lain asyik pakai zat terlarang bisa jadi akan mencoba mengikuti gaya pemakai tersebut termasuk menyalah gunakan tempat umum. Dengan merasa tertarik melihat efek yang ditimbulkan oleh suatu zat yang dilarang, seseorang dapat memiliki rasa ingin tahu yang kuat untuk mencicipi nikmatnya zat terlarang tersebut. Jika iman tidak kuat dan dikalahkan oleh nafsu bejad, maka seseorang dapat mencoba ingin mengetahui efek dari zat terlarang. Tanpa disadari dan diinginkan orang yang sudah terkena zat terlarang itu akan ketagihan dan akan melakukannya lagi berulang-ulang tanpa bisa berhenti.

Gimana caranya mengurangi penggunaan narkoba di Indonesia ?

Caranya harus dimulai dari dalam Rumah Tangga sampai lingkungannya. Jadi inti dari semua permasalahan tersebut (kecanduan obat-obatan/narkoba/jadi maling/pemabok dll) berawal dari keluarga / orangtua + lingkungan tempat tinggal.
Sebaiknya setiap keluarga diwajibkan untuk memiliki buku-buku berikut gambar dan keterangannya yang membahas masalah efek samping dari obat terlarang/narkoba.

Untuk ini harus disediakan oleh Pemerintah dalam hal ini BNN dan disalurkan ke setiap warga melalui kantor kecamatan dan seterusnya di lanjutkan sampai ke RT masing-masing.

Selain daripada itu, Hukum juga harus di terapkan dan ditegakkan, yaitu Hukum gantung atau hukum mati (disuntik mati atau duduk di kursi listrik). Dan dibuat siaran langsung setiap ada terpidana yang menjalani hukuman mati, supaya semua masyarakat mengetahui bahwa pemilik/pengedar/penyimpan dan pengkonsumsi narkoba harus dihukum mati tanpa kecuali.
Jawaban dari Simbara
    Bagaimana Peranan Orangtua dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba ?
  1. Orang tua sebagai pengawas
Untuk menghidari anak dari bahaya narkoba, orangtua juga harus meningkatkan peranannya sebagai pengawas. Pembatasan (bouderis) sangat membantu untuk membuat anak merasa aman. Keluarga perlu menyusun peraturan yang jelas. Dengan peraturan rumah yang jelas, anak akan tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Peraturan rumah tersebut selain harus diketahui juga harus dimengerti sehingga yang melanggar akan dihukum sesuai kesepakatan.

Setiap anak hendak pergi, orangtua perlu bertanya dengan rincian kemana tujuan, kapan pulang, dengan siapa mereka pergi dan yang lain-lain yang dirasakan perlu. Kontrol disini untuk menunjukkan bahwa orangtua punya perhatian khusus kepada anak, dan tidak membiarkan anak untuk bertindak semuanya sendiri. Yang perlu diingat adalah sekalipun kotrol dijalankan dengan ketat, tetapi harus selalu berdialog dengan anak dan menerima keberatan-keberatan yang disampaikan anak.

  1. Orang tua sebagai pembimbing
Peranan sebagai pembimbing anak terutama dalam membatu anak mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dan memberikan pilihan-pilihan saran yang realities bagi anak. Orang tua harus dapat membimbing anaknya secara bijaksana dan jangan sampai menekan harga diri anak. Anak harus dapat mengembangkan kesadaran, bahwa ia adalah seorang pribadi yang berharga, yang dapat mandiri, dan mampu dengan cara sendiri menghadapi persoalan-persoalannya. Bila si anak tidak mampu menghadapi persoalan-persoalannya yang susah seperti masalah narkoba, orangtua harus dapat membantu membahas masalah tersebut dalam bentuk dialog. Dalam hal ini termasuk bantuan bagi anak untuk mengatasi tekanan dan pengaruh negatif teman sebayanya. Sehingga si anak akan memiliki pegangan dan dukungan dari orangtuanya.

  1. Orangtua mengenal teman anak-anak
Orangtua perlu tahu siapa saja teman anaknya; kemana mereka pergi, dan apa saja kegiatan mereka. Bila anak membawa teman kerumah, bergabunglah dengan mereka. Tanyailah dimana mereka tinggal, apa saja kegiatan mereka pada waktu luang dan bagaimana kabar orangtua mereka. Pembiasaan-pembiasaan ini akan membuat anak maupun teman-temannya menjadi akrab dengan orangtua dan menganggap orangtua sebagai bagian dari kelompok mereka. Dan tetaplah bangun sampai saat anak pulang pada waktu malam.
Langkah selanjutnya adalah menyampaikan harapan kita kepada anak-anak untuk mengikuti peraturan tersebut secara tegas tetapi dengan penuh rasa kepedulian.
Dengan cara seperti ini si anak akan merasa bahwa orangtuanya memperhatikan dan mengetahui semua kegiatan dan teman-temannya. Ini akan membuat si anak akan berfikir untuk melakukan kesalahan-kesalahan kepada orangtuanya.


Bagaimana peranan Sekolah dalam pencegahan Narkoba ?

A. Sekolah Pegang Peranan
Dalam masalah penanggulangan narkoba, sekolah memegang peranan penting karena sekolah merupakan tempat berkumpulnya anak-anak muda yang sering dijadikan sasaran. Berdasarkan data yang Bareskrim, Mabes Polri diketahui tersangka penyalahguna narkoba di lingkungan SD tahun 2003 berjumlah 88 orang dan meningkat tahun 2004 menjadi 407 orang. Di lingkungan SMP tahun 2003 berjumlah 632 orang dan tahun 2004 meningkat 968 orang, dan di lingkungan SMA tahun 2003 berjumlah 887 orang dan tahun 2004 meningkat berjumlah menjadi 1511 orang.
Diknas sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) salah satu tugas dan fungsinya untuk melakukan pencegahan narkoba khususnya di lingkungan sekolah. Pencegahan berbasis sekolah (School Based Prevention) mudah dilaksanakan karena sekolah lebih berstruktur sehingga mudah diadakan pengawasan meskipun dilakukan secara komprehensif dan terpadu.
Sementara Diknas dalam menangani masalah pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan ditangani oleh Pusat Kebugaran Jasmani yang secara organisasi bukan dibawah Direktorat Jenderal tetapi ada lembaga yang dibentuk secara khusus dengan melakukan berbagai kegiatan, antara lain dengan melakukan acara perlombaan antara sekolah yang diwakili oleh UKS (Unit Kegiatan Sekolah) dan masing-masing dengan persyaratan tidak terjadi peredaran gelap narkoba, sekolah bersih dari asap rokok.
Menurut hasil penelitian, mereka yang terkena narkoba di sekilah umumnya berawal dari merokok. Bahkan, anak-anak yang potensial menjadi penyalahguna narkoba biasanya berawal dari kebiasaan merokok kemudian meningkat dengan mencoba-coba mengisap/mengkonsumsi ganja.
Diknas sebagai lembaga pemerintah yang ditugasi menangani masalah pendidikan telah menyatakan perang melawan narkoba dan sebagai salah satu wujud nyatanya dengan mengkampanyekan anti narkoba serta membentuk lembaga kebugaran jasmani yang bertugas mengurusi masalah narkoba.
Program pendidikan yang efektif dan luas merupakan bagian yang penting dari tindakan penanggulangan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pencegahan melalui pendidikan sebagai sebuah proses berkesinambungan dengan tujuan menghindari narkoba. Kurikulum dan program yang dikembang sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
Dari sisi pendidikan kurikulum materi pengenalan tentang narkoba di pelajaran SD sebenarnya sangat dimungkinka dimasukan karena kurikulum sekarang yang disebut kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satu Pendidikan) dapat dilakukan secara terintegrasi. Misalnya, ketika seorang guru mengajarkan pelajaran agama, bahasa Indonesia dengan bacaan-bacaan yang membahas bahaya penyalahgunaan narkoba mata pelajaran tersebut bisa membangun sosialisasi kesadaran anak-anak.
Oleh karena itu system pendidikan sekolah, pendidikan dan motivasi guru merupakan hal penting yang tidak akan diabaikan untuk dapat menjamin siswa secara efektif menolak narkoba dan memilih cara hidup sehat. Dengan demikian perlu disiapkan materi pengajaran masalah keuntungan cara hidup sehat bebas dari narkoba. Namun yang terjadi yang menjadi kendala di dunia pendidikan sekarang belum seluruh guru mempunyai pengalaman dan pengetahuan dasar tentang narkoba.
Itulah sebabnya disekolah dasar sekarang ini dialokasikan dana khusus untuk mengadakan buku-buku tentang narkoba yang akan bermanfaat bagi penyadaran anak-anak dari ancaman bahaya narkoba. “Serta mencagah anak-anak (pelajar.red.) agar tidak terjerumus kedalam lingkaran setan,” jelasnya.
Sebab, kata suyanto, dampak buruk penyalahgunaan narkoba tidak mereka sadari. “Sekali mereka terkena narkoba, saya yakin korban sulit untuk berhenti dan korban akan terus tergantung serta terjebak dalam sebuah lingkaran setan,” tandasnya.
B. Pencegahan Berbasis Sekolah
Pencegahan berbasis sekolah (School Based Prevention) lebih mudah dilaksanakan dikarena sekolah lebih berstruktur sehingga dapat diadakan pengawasan meskipun dilaksanakan secara komprehensif dan terpadu. Dalam melaksanakan pendidikan pencegahan di sekolah dalam kurikulum maupun kegiatan exstrakurikuler yang menyangkut upaya meningkatkan kualitas hidup secara bertahap disisipkan pengetahuan atau pelajaran yang bertujuan untuk mensisialisasikan kebijakan penanggulangan dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Dalam pelaksanaan pencegahan penyalahgunaan narkoba dilingkungan sekolah perlu diadakan langkah-langkah, sebagai berikut antara lain menilai besar dan luasnya masalah dan mengembangkan mekanisme pengawasannya. Tetapkan kebhijakan yang jelas dan konsisten yang berlaku bagi siswa, guru dan semua personil di lingkungan sekolah yang menyelesaikan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah tidak di benarkan.
Melaksanakan pendidikan pencegahan melalui kurikulum dan ekstra kurikuler, mensosialisasikan dan melaksanakan kebijakan penanggulangan. Kemudian mengikuti/mengadakan pelatihan untuk para guru tentang pencegahan narkoba untuk mengetahui materi-materi yang perlu dikuasai terampil menggunakan metode mengajar sesuai tingkat dan umur serta gejala-gejala penyalahgunaan narkoba.
Menyelenggarakan program bantuan/pendukung anak-anak sejak TK sampai dengan siswa, antara lain kelompok belajar, kegiatan-kegiatan alternative, konseling untuk teman sebaya, ketrampilan, kerja bakti social dan lain-lain. Kemudian mengharapkan partisipasi orang tua, dan pendekatan terpadu sekolah dan masyarakat.
Salah satu prioritas pembangunan pendidikan adalah peningkatan mutu pendidikan sebagai mjawaban terhadap kerterpurukan sumberdaya manusian (SDM) Indonesia di era tantangan global. Dijelaskan Pak Yan, peningkatan kualitas SDM ini hanya dapat dipenuhi dengan penyiapan peserta didik dan generasi muda yang aktif, dinamis dan mampu menjawab tantangan global, bukan generasi muda yang malas, rendah diri, apatis, kurang gairah, dan bermasa depan suram. Pada beberapa peserta didik, perilaku-perilaku negative ini banyak dijumpai sebagai akibat penyalahgunaan narkoba yang saat ini sangat memperihatinkan.

Bagaimana peran serta generasi muda dalam mencegah narkoba ?

Beberapa hal yang dapat dilakukan dengan mudah oleh generasi muda dalam peran pentingnya untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba saat adalah :
1)      Menolak Ajakan Teman yang bersifat Negatif
Ø  Kita harus dapat menolak dengan halus, sopan, tenang, bijaksana, dan tegas ajakan teman yang menurut kita menjurus pada hal-hal yang negative dapat menyertakan alasan yang logis untuk mengelak.
Ø  Harus siap bila mereka mencap dengan julukan tertentu (seperti banci, ayam sayur, lembek, nggak macho, norak dan lain-lain).
Ø  Ganti topic pembicaraan
2)      Dapat Menjadi Tempat untuk Curhat
Ø  Menyediakan diri sebagai tempat curhat yang nyaman dan dapat dipercaya bagi teman, sehingga dapat meringankan masalah dan mencegahnya untuk menggunakan narkoba.
3)      Kembangkan potensi diri
Ø  kenalilah kekuatan dan kelemahan diri atau disebut juga potensi diri. Karena setiap orang punya potensi yang berbeda yang dapat dikembangkan.

v  Beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengembangkan potensi diri yaitu:
  1. Kembangkan hoby yang ada pada diri kita, misalnya olah raga, musik, melukis, menari, menyanyi, panjat tebing, pecinta alam dll.
  2. Cobalah untuk menjalan hobi/kegiatan tertentu secara terus menerus
  3. Bentuk kelompok teman atas dasar minat yang sama dan kegiatan yang positif
  4. Seringkali hobi yang menonjol dapat dijadikan modal hidup dimasa yang akan datang.
Selain 3 cara diatas, kita sebagai generasi muda dapat mencegah penyalahgunaan Narkoba dengan cara : 
o   Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT
o   Lebih memperbanyak membaca atau mencari pengetahuan tentang Narkoba
o   Para remaja dapat membentuk suatu Organisasi yang dapat memberikan penyuluhan/ pendidikan kepada anak-anak/remaja khususnya mereka yang kurang mampu(anak jalanan)
o   Menganggap Narkoba sebagai musuh yang berbahaya dan harus dihindari.
o   Mengadakan kegiatan social yang positif,
o   Tidak mudah putus asa dan tidak  menyelesaikan masalah dengan cara yang instan

      Bagaimana dampaknya jika seseorang memakai Narkoba ?

A. Dampak Tidak Langsung Narkoba Yang Disalahgunakan
  1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun.
  2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
  3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
  4. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out.
  5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
  6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
  7. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin.
B. Dampak Langsung Narkoba Bagi Jasmani / Tubuh Manusia
  1. Gangguan pada jantung
  2. Gangguan pada hemoprosik
  3. Gangguan pada traktur urinarius
  4. Gangguan pada otak
  5. Gangguan pada tulang
  6. Gangguan pada pembuluh darah
  7. Gangguan pada endorin
  8. Gangguan pada kulit
  9. Gangguan pada sistem syaraf
  10. Gangguan pada paru-paru
  11. Gangguan pada sistem pencernaan
  12. Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll.
  13. Dan banyak dampak lainnya yang merugikan badan manusia.

      Bagaimana efek dari penggunaan Narkoba ?
DAMPAK FISIK
Adaptasi biologis tubuh kita terhadap penggunaan narkoba untuk jangka waktu yang lama bisa dibilang cukup ekstensif, terutama dengan obat-obatan yang tergolong dalam kelompok downers. Tubuh kita bahkan dapat berubah begitu banyak hingga sel-sel dan organ-organ tubuh kita menjadi tergantung pada obat itu hanya untuk bisa berfungsi normal.
Salah satu contoh adaptasi biologis dapat dilihat dengan alkohol. Alkohol mengganggu pelepasan dari beberapa transmisi syaraf di otak. Alkohol juga meningkatkan cytocell dan mitokondria yang ada di dalam liver untuk menetralisir zat-zat yang masuk. Sel-sel tubuh ini menjadi tergantung pada alcohol untuk menjaga keseimbangan baru ini.
Tetapi, bila penggunaan narkoba dihentikan, ini akan mengubah semua susunan dan keseimbangan kimia tubuh. Mungkin akan ada kelebihan suatu jenis enzym dan kurangnya transmisi syaraf tertentu. Tiba-tiba saja, tubuh mencoba untuk mengembalikan keseimbangan didalamnya.  Biasanya, hal-hal yang ditekan/tidak dapat dilakukan tubuh saat menggunakan narkoba, akan dilakukan secara berlebihan pada masa Gejala Putus Obat (GPO) ini.
Misalnya, bayangkan efek-efek yang menyenangkan dari suatu narkoba dengan cepat berubah menjadi GPO yang sangat tidak mengenakkan saat seorang pengguna berhenti menggunakan narkoba seperti heroin/putaw. Contoh: Saat menggunakan seseorang akan mengalami konstipasi, tetapi GPO yang dialaminya adalah diare, dll.
GPO ini juga merupakan ‘momok’ tersendiri bagi para pengguna narkoba. Bagi para pecandu, terutama, ketakutan terhadap sakit yang akan dirasakan saat mengalami GPO merupakan salah satu alasan mengapa mereka sulit untuk berhenti menggunakan narkoba, terutama jenis putaw/heroin. Mereka tidak mau meraskan pegal, linu, sakit-sakit pada sekujur tubuh dan persendian, kram otot, insomnia, mual, muntah, dll yang merupakan selalu muncul bila pasokan narkoba kedalam tubuh dihentikan.
Selain ketergantungan sel-sel tubuh, organ-organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru-paru, ginjal,dan otak juga mengalami kerusakan akibat penggunaan jangka panjang narkoba. Banyak sekali pecandu narkoba yang berakhiran dengan katup jantung yang bocor, paru-paru yang bolong, gagal ginjal, serta liver yang rusak. Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus {Hepatitis C dan HIV/AIDS} yang sangat umum terjadi di kalangan pengguna jarum suntik.

Bagaimana ciri-ciri anak yang menggunakan Narkoba ?

Seringkali orangtua tidak menyadari anaknya terlibat penyalahgunaan narkoba. Mereka biasanya baru sadar jika anak mengalami over dosis. Sebagai orang tua, upaya pencegahan masih bisa dilakukan salah satunya dengan mengenali sejak dini penyalah gunaan narkoba pada anak.

Seperti apa gejalanya? Dijelaskan A. Kasandra Putranto, psikolog dari Kasandra Associates Jakarata, ada beberapa ciri fisik dan perilaku yang bisa dilihat jika anak sudah terlibat penyalahgunaan narkoba. Berikut ciri fisik serta dampaknya jika seseorang tekena narkoba :
  1. Mata merah. Ini menjadi cirri fisik yang paling sering terjadi untuk semua jenis pemakaian narkoba.
  2. Bau badan. Biasanya pemakai berkeringat dan memiliki bau badan khas atau menyengat. Mereka yang memakai putaw biasanya jarang mandi dan baju yang dipakai itu-itu saja. Selain itu rambut lebih terlihat berminyak dan mudah rontok.
  3. Pernapasan lambat dan dangkal. Hal ini menyebabkan pemakai mengambil napas cepat seperti setelah berolahraga.

Selain ciri fisik, ada juga perilaku yang mengindikasikan seseorang mulai menggunakan narkoba, diantaranya :

  1. Aktivitas tidur terganggu. Pengguna narkoba biasanya sering tidur atau bermalas-malasan sepanjang hari atau sebaliknya.
  2. Perubahan perilaku makan dan minum. Mereka bisa menjadi seseorang yang tidak menyukai makan atau makan secara berlebih.
  3. Menjadi pribadi emosional dan sensitive. Pemakai narkoba lebih cepat tersinggung. Kesalahan kecil dari orang lain dianggap sebagai masalah besar yang mengganggu kepentingannya.
  4. Kekacauan cara berpikir. Bagi mereka yang rutin menggunakan obat terlarang, biasanya cara berpikirnya kacau dan sulit berkonsentrasi.
  5. Perubahan peer. Lingkungan pergaulan mereka lama-lama akan berubah drastis
  6. Kebutuhan uang bertambah. Pemakai narkoba biasanya mulai merongrong keluarga untuk menyediakan sejumlah uang untuk membayar sesuatu.
Mengatasinya

Jika buah hati tercinta sudah terjerat dalam penyalahgunaan narkoba. Anda tak perlu bersikap tertutup. Sebaiknya hubungi orang yang ahli di bidang upaya penanggulangan narkoba seperti dokter, konselor dan praktisi narkoba. Selain itu pengobatan detoksifikasi untuk menghentikan kecanduan narkoba harus dilakukan agar zat yang membahayakan tubuh bisa dibersihkan secara bertahap.

Meskipun demikian, pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sangat tepat diterapkan untuk mencegah anak terlibat penyalahgunaan narkoba. Peran serta orang tua di rumah diharapkan menjadi pondasi utama membentuk kepribadian seorang anak. Orang tua wajib memberikan pengetahuan dan bahaya dari penggunaan narkoba sedini mungkin terhadap anak-anaknya. Sehingga tanpa dilarang atau diberi ancaman, mereka akan menyadari bahaya yang akan terjadi di kehidupannya baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang.


      Bagaimana awal mula narkoba itu ?

Sejarah Awal Narkoba

Kurang lebih th. 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga opion atau kemudian dikenal opium (candu = papavor somniferitum). Bunga ini tumbuh subur di daerah dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India,Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya.
Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional; bahkan di abad XIX terjadi perangcandu dimana akhirnya Cina ditaklukan Inggris dengan harus merelakan Hong Kong.
Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich Wilhelim sertuner menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morphin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morphius).
Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di A.S. Morphin ini sangat populer dipergunakan untuk penghilang rasa sakit luka-luka perang sebahagian tahanan-tahanan tersebut “ketagihan” disebut sebagai “penyakit tentara”
Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London, merebus cairan morphin dengan asam anhidrat (cairan asam yang ada pada sejenis jamur) Campuran ini membawa efek ketika diuji coba kepada anjing yaitu: anjing tersebut tiarap, ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun 1898 pabrik obat “Bayer” memproduksi obat tersebut dengannama Heroin, sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer).
Tahun 60-an – 70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah “Golden Triangle” yaitu Myanmar, Thailand & Laos. Dengan produksi: 700 ribu ton setiap tahun. Juga pada daerah “Golden Crescent” yaitu Pakistan, Iran dan Afganistan dari Golden Crescent menuju Afrika danAmerika.
Selain morphin & heroin adalagi jenis lain yaitu kokain (ery throxylor coca) berasal dari tumbuhan coca yang tumbuh di Peru dan Bolavia. Biasanya digunakan untuk penyembuhan Asma dan TBC.
Di akhir tahun 70-an ketika tingkat tekanan hidup manusia semakin meningkat serta tekhnologi mendukung maka diberilah campuran-campuran khusus agar candu tersebut dapat juga dalam bentuk obat-obatan.

Bagaimana cara penggunaan Narkoba ?


OPIAT atau Opium (candu)
Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).
MORFIN
Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena) ditabur pada luka
HEROIN atau Putaw
Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap. Dimakan/Dihisap/disuntikkan/ditabur diluka
GANJA atau kanabis
Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs
Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam.
KOKAIN
Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.
AMFETAMIN (shabu2)
Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung, atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena).
Shabu shabu berbentuk kristal, biasanya berwrna putih dan dikomsumsi dgn cara dibakar diatas almunium foil sehingga mengalir dari ujung satu keujung yag lain, kemudian asap yg ditimbulkan dihirup dengan sebuah Bong ( sejenis tabung yg didalamnya berisi air ). Air tesebut berguna sebagai penyaring pada saat asap melewati air itu,
SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ)
Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan melalui dubur.
ALKOHOL
Minuman keras terbagi dalam tiga Gol ( pasal 3 ayat 1 KEPPRES NO 3 Thn 1997 ttg Pengawasan dan Pengendalian Minuman beralkohol ) :
- Gol A berkadar Alakohol 01 % – 05 % seperti Bir, Green Sand. – Gol B berkadar Alkohol 05 % – 20 % seperti Martini, Wine ( Anggur ). – Gol C berkadar Alkohol 20 % – 50 % seperti Wisky, Brendy,
diminum
INHALANSIA atau SOLVEN
zat ini mudah menguap penyalahgunaanya denhan cara dihirup melalui hidung ( inhalasi ).
sumber : http://bomberpipitpipit.wordpress.com/jenis-jenis-narkoba/
ORAL :  MELALUI MULUT DENGAN CARA DITELAN
- INHALANSIA DIBAKAR LALU DIHISAP SEPERTI ROKOK
- INTRANASAL DIHIRUP MELALUI HIDUNG
- INJEKSI SUNTIKAN
- INERSI ANAL DIMASUKAN MELALUI DUBUR
- LEWAT LUKA MENABURI KULIT TUBUH YANG LUKA ATAU DILUKAI
sumber : http://putrabumac.blogspot.com/2009/03/cara-cara-menggunakan-narkoba.html


Jadi kesimpulan dari semua pertanyaan ini adalah,
Menurut saya NARKOBA itu sangat berbahaya bagi para generasi-generasi muda zaman sekarang ini. Maka dari itu para orang tua harus meluangkan waktu untuk bersama dengan anak-anaknya. Agar anak-anak mereka mendapatkan perhatian orang tua yang cukup dan agar tidak terjerumus dalam lingkup setan NARKOBA. Karena perhatian dan kasih sayang itu sangat penting bagi masa depan anak-anak mereka.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Blogroll